Thursday, 25 February 2016

Key of a Relationship

Hai hai hai Readers. Kembali lagi di blog the funny world!
Now, I wanna share something about the relationship.

Blog ini sebenernya udah ga akan di pakai buat cerita galau.
Tapi..... Lebih tepatnya di pakai untuk ke arah share aja kali ya? Hahahaha
Lagi kepengen ngeshare aja apa yang baru aku alamin sih.

On my last blog, I've told you how important a communication in a relationship.
And now, aku akan menjelaskan pentingnya "Understanding" dalam sebuah hubungan.

Mengerti satu sama lain..... Hmmm? Really?
Yup, aku juga baru sadar yesterday.
Anw, notes ya, ini blog akan lebih mengarah ke couple dan jomblo yang sedang mencoba membangun sebuah hubungan dengan gebetannya. Huehehehe

Now, i ask you. Pernah ga ngerasa kalo dia... atau bahkan kalian merasa bahwa kok dia ga pernah ngerti apa mau aku sih?
At some moment, pasti akan ada rasa seperti itu. Seakan-akan, kalian udah paling ngertiin doi tapi sesungguhnya, kalian hanya "berpura-pura" untuk mengerti doi.
Dan akhirnya masalah demi masalah muncul hanya karena kesalahpahaman dan keegoisan dari masing-masing pihak.
Yang satu teriak "Aku selalu ngertiin kamu tapi kamu ga pernah ngertiin aku" sementara yang ditunjuk juga teriak "Terus aja kamu bilang aku ga ngertiin kamu, siapa sih disini yang ga bisa ngertiin orang lain?"
For finally, kalian memutuskan untuk memutuskan hub kalian and it's over.

Aku mau share aja sedikit, bahwa aku pernah mengalami hal itu.
Aku ngerasa, kok aku terus yang berusaha bikin hub kami biar ga rusak sedangkan dia nya malah... Yaa.. Masa bodo amat....
Aku selalu ngimbangin apa mau nya dia. Dia butuh me time, aku ga ganggu.
Dia sakit, aku care. Dia butuh aku, aku selalu mencoba selalu ada buat dia.
Dan pada akhirnya, aku cape. Aku ngerasa, aku slalu ada buat dia tapi apa dia ada buat aku?
Apa dia ngertiin bahwa aku pengen dia ada disamping aku saat ini.
Apa dia ngerti bahwa aku khawatir sama dia even dia juga ga knp2 disana?
Dan saat itu juga, aku mau pergi. Aku gamau berurusan lagi sama dia.
Saking aku ngerasa capenya. Sungguh. Aku sempat berpikir seperti itu.

But kalian tau?
Disaat aku teriak bahwa dia ga ngerti mau aku, saat aku teriak aku cape.
Dia dateng dan ngeluangin waktu buat aku. Dia dateng untuk ngeredain kekesalan aku.
Meskipun dia dateng hanya dalam bentuk tulisan, tapi itu cukup ampuh.
Dia mengerti bahwa aku marah, aku kesel, aku cape.
Dan disitu dia bikin aku curahin semuanya ke dia sampai akhirnya aku sadar dengan sendirinya.
Bukan ini yang dia mau. Dia mau aku stay di samping dia. Dia mau aku bersabar demi kedepannya hub kami lebih baik lagi.
Dia memang ga menunjukkan segala gamblang, tapi, dari setiap kata yang diucapkan, dia sudah bisa membuat aku sadar bahwa aku cukup egois.
Dia sangat mengerti segalanya ttg aku, tapi kenapa aku ga bisa ngerti bahwa memang dia berbeda?
Padahal aku sudah mengenal dia, tapi kenapa aku ga bisa mengerti dia?

See? Dalam hubungan kalian juga, apa kalian harus berantem dulu karena keegoisan kalian supaya kalian tau siapa yg salah dan akhirnya... iya kalo kalian open minded. Kalo ga, bisa cakar-cakaran dulu kali, baru balikan. Itupun kalo optimis bisa bersatu.
Kalo kalian masih ga bsa saling mengerti satu sama lain, to be honest, pdkt kalian kurang kali ya?
Kalian masih belom saling mengenal satu sama lain.
Kalian hanya "mengira" bahwa kalian sudah cukup mengenal satu sama lain.
Padahal sesungguhnya kalian jauh dari kata mengenal.

Mencoba mengerti, tapi kalian sendiri gatau definisi dari kata "mengerti".
Turunkan ego kalian. Jernihkan pikiran kalian.
Semua hal negatif itu menjadi penyakit yang mengakar dalam diri kalian dan akhirnya semua virus-virus itu memakan hubungan kalian sampai ga ada lagi yang namanya hubungan didalam hidup kalian.

Mulai sekarang, demi masa depan hubungan kalian juga, belajarlah mengerti satu sama lain.
Kalo kalian merasa cape, jauhkan dulu diri kalian sama doi dan ambil waktu berpikir, apa iya dia ga mengerti kamu?
Try to understand each other.

No comments:

Post a Comment