Sunday, 9 August 2015

Choose One

"Lu kayak shizuka yang bingung mau milih nobita atau dekisugi"

Once again, my sister said something like that to me.
Sebagai kalimat pembuka dari blog ini sekalian sih.

Siapa yang gatau film doraemon?
Siapa yang gatau tokoh-tokoh didalamnya?

Apa yang dibilang my sister itu benar.
Aku di posisi yang sama seperti shizuka.

Coba kita berpikir secara realistis.
Kalau kita menjadi shizuka, kita akan pilih siapa? dekisugi? atau nobita?
Dimana nobita yang males, ga bisa diandelin, ga jelas tujuan hidupnya apa, dikit2 minta tolong doraemon, ga gentle, dan banyak lagi.
Sedangkan Dekisugi, si pinter, ganteng, bisa diandalkan, masa depan nya keliatan jelas.

Of course kalau jadi shizuka, kita lebih milih untuk menjadikan dekisugi sebagai pasangan hidup kita.
Ngapain milih nobita yang ga bisa apa2? Kasarnya, ngerepotin aja.

Tapi in the end of this story, she still choose Nobita.
Why? Karena Shizuka tau Nobita lebih membutuhkan dirinya dibandingkan dekisugi.
Shizuka mau mendampingi Nobita dan membimbing Nobita menuju masa depan yang lebih baik.

Lucu ya? Terkesan drama kah?
Nampaknya tidak juga.. atau... bisa jadi ya.. bisa jadi tidak..
Oke, aku bingung..


Now, back to the topic. Kenapa aku sama seperti shizuka?

Well, akhir2 ini, there is one man, that looks like dekisugi.
Bisa dibilang dia smart, udah punya pekerjaan, baik, ramah, gentle, bisa diandalkan.
Tapi, there is one man too, that looks like nobita.
Yup.... a man yang udah sering aku bicarain di blog ini.
(yang sampe sekarang, dijamin 200% dia belom baca blog aku)

Si "dekisugi" ini, baik banget. Belakangan ini aku mulai mencium adanya pdkt diantara kami.
He always care about me. He always make me laugh. He always make me like i am the perfect woman in this world. or maybe, in his world?
Aku pun belum yakin apakah dia memang mulai mencoba menumbuhkan "rasa" itu atau tidak.
Tapi.... ada satu hal yang menganggu pikiranku.
If he has that feeling, can i accept him? Am i falling in love too with him?
Karena pada kenyataannya, ada seorang "nobita" yang secara tidak langsung, tidak bisa aku lepaskan because he "needs" me more than siapapun itu.
Aku... memang masih sayang sama nobita. Tapi bukan cinta.
Aku sayang sama dia as a best friend or maybe, as a sister.

Dulu, memang aku mencintainya, tapi... Perasaan bisa berubah bukan?
Sekarang aku menyayanginya.. menyanyangi "nobita" dengan tulus dan ingin terus membimbing dia.
"Nobita" udah ngajarin aku banyak hal tentang arti hidup dan arti cinta.
"Nobita" adalah alasanku untuk terus melangkah maju dan terus hidup.
"Nobita" is everything for me.

Well, jika perasaan ku terhadap "nobita" sudah berbeda, apakah aku bisa mencoba membuka hati untuk "dekisugi"?
Uhmm.. agak berat... untuk menjawab ini... sangat berat.
Kenapa? Karena entah kenapa, aku..... masih tetap merasa "Nobita" membutuhkan aku.
"Nobita" memang tidak mempunya perasaan apa2 terhadapku, tapi.. ada sebersit cahaya yang memberi signal bahwa dia membutuhkan aku.

Tapi, setelah aku merenungkan ini kembali tadi malam. Seusai perbincangan aku dengan ciciku berakhir.
Aku memutuskan...
Aku akan memberikan lampu kuning bagi "dekisugi". Aku mau melihat sejauh mana effort dia untuk bisa mengisi hatiku.
Sejauh mana dia bisa mewarnai hari-hariku.
Kalau memang dia tidak mempunya perasaan apa2, its okay juga kok.
At least, i know kalau kita memang hanya sebatas teman.

Di akhir blog ini,
I want say something..
"Nobita", i never told a lie, that you will be my last.
You will always be my last kok :)
Kamu menjadi yang terakhir, yang telah memberikan pengalaman tentang arti mencintai dan dicintai.
At least, ijinkan aku menyanyangimu sebagai seorang adik atau sebagai seorang sahabat.

dan "Dekisugi", come here.
I will let you for you getting closer to me.
Berusahalah, dan mungkin.... you will find the answer :)
Because, i'm here waiting for someone who will be my last one... and forever...

Untuk "Nobita" dan "Dekisugi",
Terima kasih telah mewarnai hariku.
I'll wait for you... all..
I'll keep watch you... all..
From now on, and till unknown time.

Hontouni... Arigatou...