Hai hai hai Readers. Kembali lagi di blog the funny world!
Now, I wanna share something about the relationship.
Blog ini sebenernya udah ga akan di pakai buat cerita galau.
Tapi..... Lebih tepatnya di pakai untuk ke arah share aja kali ya? Hahahaha
Lagi kepengen ngeshare aja apa yang baru aku alamin sih.
On my last blog, I've told you how important a communication in a relationship.
And now, aku akan menjelaskan pentingnya "Understanding" dalam sebuah hubungan.
Mengerti satu sama lain..... Hmmm? Really?
Yup, aku juga baru sadar yesterday.
Anw, notes ya, ini blog akan lebih mengarah ke couple dan jomblo yang sedang mencoba membangun sebuah hubungan dengan gebetannya. Huehehehe
Now, i ask you. Pernah ga ngerasa kalo dia... atau bahkan kalian merasa bahwa kok dia ga pernah ngerti apa mau aku sih?
At some moment, pasti akan ada rasa seperti itu. Seakan-akan, kalian udah paling ngertiin doi tapi sesungguhnya, kalian hanya "berpura-pura" untuk mengerti doi.
Dan akhirnya masalah demi masalah muncul hanya karena kesalahpahaman dan keegoisan dari masing-masing pihak.
Yang satu teriak "Aku selalu ngertiin kamu tapi kamu ga pernah ngertiin aku" sementara yang ditunjuk juga teriak "Terus aja kamu bilang aku ga ngertiin kamu, siapa sih disini yang ga bisa ngertiin orang lain?"
For finally, kalian memutuskan untuk memutuskan hub kalian and it's over.
Aku mau share aja sedikit, bahwa aku pernah mengalami hal itu.
Aku ngerasa, kok aku terus yang berusaha bikin hub kami biar ga rusak sedangkan dia nya malah... Yaa.. Masa bodo amat....
Aku selalu ngimbangin apa mau nya dia. Dia butuh me time, aku ga ganggu.
Dia sakit, aku care. Dia butuh aku, aku selalu mencoba selalu ada buat dia.
Dan pada akhirnya, aku cape. Aku ngerasa, aku slalu ada buat dia tapi apa dia ada buat aku?
Apa dia ngertiin bahwa aku pengen dia ada disamping aku saat ini.
Apa dia ngerti bahwa aku khawatir sama dia even dia juga ga knp2 disana?
Dan saat itu juga, aku mau pergi. Aku gamau berurusan lagi sama dia.
Saking aku ngerasa capenya. Sungguh. Aku sempat berpikir seperti itu.
But kalian tau?
Disaat aku teriak bahwa dia ga ngerti mau aku, saat aku teriak aku cape.
Dia dateng dan ngeluangin waktu buat aku. Dia dateng untuk ngeredain kekesalan aku.
Meskipun dia dateng hanya dalam bentuk tulisan, tapi itu cukup ampuh.
Dia mengerti bahwa aku marah, aku kesel, aku cape.
Dan disitu dia bikin aku curahin semuanya ke dia sampai akhirnya aku sadar dengan sendirinya.
Bukan ini yang dia mau. Dia mau aku stay di samping dia. Dia mau aku bersabar demi kedepannya hub kami lebih baik lagi.
Dia memang ga menunjukkan segala gamblang, tapi, dari setiap kata yang diucapkan, dia sudah bisa membuat aku sadar bahwa aku cukup egois.
Dia sangat mengerti segalanya ttg aku, tapi kenapa aku ga bisa ngerti bahwa memang dia berbeda?
Padahal aku sudah mengenal dia, tapi kenapa aku ga bisa mengerti dia?
See? Dalam hubungan kalian juga, apa kalian harus berantem dulu karena keegoisan kalian supaya kalian tau siapa yg salah dan akhirnya... iya kalo kalian open minded. Kalo ga, bisa cakar-cakaran dulu kali, baru balikan. Itupun kalo optimis bisa bersatu.
Kalo kalian masih ga bsa saling mengerti satu sama lain, to be honest, pdkt kalian kurang kali ya?
Kalian masih belom saling mengenal satu sama lain.
Kalian hanya "mengira" bahwa kalian sudah cukup mengenal satu sama lain.
Padahal sesungguhnya kalian jauh dari kata mengenal.
Mencoba mengerti, tapi kalian sendiri gatau definisi dari kata "mengerti".
Turunkan ego kalian. Jernihkan pikiran kalian.
Semua hal negatif itu menjadi penyakit yang mengakar dalam diri kalian dan akhirnya semua virus-virus itu memakan hubungan kalian sampai ga ada lagi yang namanya hubungan didalam hidup kalian.
Mulai sekarang, demi masa depan hubungan kalian juga, belajarlah mengerti satu sama lain.
Kalo kalian merasa cape, jauhkan dulu diri kalian sama doi dan ambil waktu berpikir, apa iya dia ga mengerti kamu?
Try to understand each other.
Thursday, 25 February 2016
Tuesday, 16 February 2016
Fix and Keep
"Semua karena cinta, semua karena cinta
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar
Terima kasih cinta"
Happy val's day, Readers. As usual, telat ngucapin. Hahahaha.
Karena berhubungan baru aja valentine, udah tau dong kira-kira bahas apa ~
Lately, aku mulai berpikir, bagaimana mempertahankan sebuah hubungan yang udah mulai agak renggang.
Entah karena memang lagi bosen, masalah, waktu, keluarga atau bahkan yang LDR.
Keraguan demi keraguan pun muncul, ga terkecuali yang lagi PDKT.
Dari yang diawal-awal udah deket sama doi, udah menjurus ke arah pacaran, eh... di tengah-tengah malah berasa "Bener dia ga sih yang aku pilih" atau "aku ga yakin aku cocok buat dia".
PLAK! Wake up right now!
Read this blog till finish.
Aku coba memberikan saran dan solusi based on my observation (dan dari pengalaman juga).
Dan ini bukan hanya untuk para couples diluaran sana, tapi juga buat single yang lagi anget-angetnya sama doi.
First, Find the root.
Yup, akarnya. Akar masalah yang bikin hubungan kalian renggang.
Dimulai dari diri sendiri dulu. Berasa ga nyaman nya dimana sih?
Keluarga terlalu ngelarang? Waktu buat ketemuan ga ada karena sama2 sibuk? LDR-an kejauhan? Yang satu matahari masih terbit yang satu lagi matahari udah terbenam?
Cari! Sampai ketemu! Dengan notes : kalau emang kalian masih mau mempertahankan hubungan kalian
Second, Take a conversation.
Mulailah membahas masalah nya pada doi. Omongin bersama2. Coba saling terbuka satu sama lain.
Bahaslah dengan style ngobrol kalian.
Kalo emang biasa ngobrolnya enjoy sambil makan pizza, ya, belilah pizza dan ajak ngobrol dia.
Jangan biasanya ngobrol sambil makan pizza malah dibawain lontong sayur. Ya jelas ga cocoklah. (oke ini garing)
Third, Agreed.
Jangan sudahi pembahasan sebelum mencapai kata sepakat. Ga ada kata sepakat, masalah nya akan tetep lanjut.
Orang tua kamu ga setuju? Ajak dia kerumah kamu, ketemu ortumu buat jadi ajang pengenalan lebih dekat.
Atau kalian mencapai kata sepakat kawin lari? ya monggo...
Si doi udah agak berubah atau kalian sendiri mulai agak berubah? Bilang lah mau kalian spt apa dan mau doi spt apa. Bikinlah perjanjian dari masing-masing pihak untuk menghargai perubahannya doi. Of course yg ke arah positif.
Kalo yang pacaran, kalian menuju ke kata "break up", kalian yakin? Masing-masing pihak udah mencapai kata sepakat belom? Jangan sampai menyakiti masing-masing pihak.
Fourth, The power of love.
Kalian harus percaya akan kekuatan cinta. Mau serenggang apapun hubungan kalian, yang namanya masih cinta, ya kalian bisa nemuin jalan untuk merapatkan hubungan yang udah ada.
Hubungan tanpa adanya cinta, ya bukan hubungan. Ga heran kalo hubungan kalian renggang.
Dan untuk para single, kalo memang cinta dan merasa hubungan kalian tadinya bisa disatukan tapi saat ini merenggang, coba lah dari step pertama yang ada diatas.
Ga usah ragu atau takut untuk membahas masalah intense begitu.
Justru kalian harus mencoba dari awal sebelom pada akhirnya kalian pacaran, cinta yang udah kalian pupuk layu ditengah jalan.
Tambahan buat yang LDR, ga heran kalau salah satu kerenggangan hubungan kalian karena kurangnya komunikasi dan pasti... PASTI! ada sedikit rasa ketidakpercayaan. Sedikit aja. Kekhawatiran dan ketidakpercayaan.
Itu normal kok. Selama masih di batas wajar.
Disaat LDR, chat lah yang paling ditunggu.
Doi bales chat lama, dikira ga perhatian atau udah berubah.. Or even worse, selingkuh.
Bah.. Let me tell you.
Kalo memang kalian merasa ga nyaman dengan doi yang suka lama bales atau bahkan ga ada kabar.
Bilang! Kunci sebuah hubungan selain cinta adalah KOMUNIKASI!
Bilang ke dia kalo kamu butuh dikasih kabar supaya kamu ga khawatir.
Bilang ke dai kalo kamu kangen supaya dia luwangin sedikit waktu untuk kamu.
Bilang ke dia kalo kamu takut kehilangan dia. Kalo kamu takut dia selingkuh.
Bilang ke dia kalo kamu stay ditempat kamu nunggu dia datang ke kamu meskipun kamu ga tau kapan.
Bilang ke dia kalo kamu cinta sama dia.
Simple as that kok. Of course.... Kamu harus tau batasnya.
Komitmen di awal dan seterusnya harus dipegang.
Takut dia selingkuh, pergi dan bahkan jadinya putus adalah hal yang wajar.
Tapi tetep.... Inget batas!
Kalau memang dia ditakdirkan untuk kamu, maka terjadilah.
Benang merah itu akan selalu ada meskipun kalian beda jarak, terutama yang single dan gebetannya nun jauh disana.
So, ini aja yang aku bahas disini.
Terus ingat, bahwa Cinta itu ga bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan komitmen dan komunikasi untuk menguatkan si Cinta.
Dan my wish untuk semua yang baca ini, semoga Cinta yang kalian tanam akan tumbuh besar, berbunga, dan akhirnya berbuah lebat. Got it?
"Trust, communication, commitment, and........ LOVE itself"
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar
Terima kasih cinta"
Happy val's day, Readers. As usual, telat ngucapin. Hahahaha.
Karena berhubungan baru aja valentine, udah tau dong kira-kira bahas apa ~
Lately, aku mulai berpikir, bagaimana mempertahankan sebuah hubungan yang udah mulai agak renggang.
Entah karena memang lagi bosen, masalah, waktu, keluarga atau bahkan yang LDR.
Keraguan demi keraguan pun muncul, ga terkecuali yang lagi PDKT.
Dari yang diawal-awal udah deket sama doi, udah menjurus ke arah pacaran, eh... di tengah-tengah malah berasa "Bener dia ga sih yang aku pilih" atau "aku ga yakin aku cocok buat dia".
PLAK! Wake up right now!
Read this blog till finish.
Aku coba memberikan saran dan solusi based on my observation (dan dari pengalaman juga).
Dan ini bukan hanya untuk para couples diluaran sana, tapi juga buat single yang lagi anget-angetnya sama doi.
First, Find the root.
Yup, akarnya. Akar masalah yang bikin hubungan kalian renggang.
Dimulai dari diri sendiri dulu. Berasa ga nyaman nya dimana sih?
Keluarga terlalu ngelarang? Waktu buat ketemuan ga ada karena sama2 sibuk? LDR-an kejauhan? Yang satu matahari masih terbit yang satu lagi matahari udah terbenam?
Cari! Sampai ketemu! Dengan notes : kalau emang kalian masih mau mempertahankan hubungan kalian
Second, Take a conversation.
Mulailah membahas masalah nya pada doi. Omongin bersama2. Coba saling terbuka satu sama lain.
Bahaslah dengan style ngobrol kalian.
Kalo emang biasa ngobrolnya enjoy sambil makan pizza, ya, belilah pizza dan ajak ngobrol dia.
Jangan biasanya ngobrol sambil makan pizza malah dibawain lontong sayur. Ya jelas ga cocoklah. (oke ini garing)
Third, Agreed.
Jangan sudahi pembahasan sebelum mencapai kata sepakat. Ga ada kata sepakat, masalah nya akan tetep lanjut.
Orang tua kamu ga setuju? Ajak dia kerumah kamu, ketemu ortumu buat jadi ajang pengenalan lebih dekat.
Atau kalian mencapai kata sepakat kawin lari? ya monggo...
Si doi udah agak berubah atau kalian sendiri mulai agak berubah? Bilang lah mau kalian spt apa dan mau doi spt apa. Bikinlah perjanjian dari masing-masing pihak untuk menghargai perubahannya doi. Of course yg ke arah positif.
Kalo yang pacaran, kalian menuju ke kata "break up", kalian yakin? Masing-masing pihak udah mencapai kata sepakat belom? Jangan sampai menyakiti masing-masing pihak.
Fourth, The power of love.
Kalian harus percaya akan kekuatan cinta. Mau serenggang apapun hubungan kalian, yang namanya masih cinta, ya kalian bisa nemuin jalan untuk merapatkan hubungan yang udah ada.
Hubungan tanpa adanya cinta, ya bukan hubungan. Ga heran kalo hubungan kalian renggang.
Dan untuk para single, kalo memang cinta dan merasa hubungan kalian tadinya bisa disatukan tapi saat ini merenggang, coba lah dari step pertama yang ada diatas.
Ga usah ragu atau takut untuk membahas masalah intense begitu.
Justru kalian harus mencoba dari awal sebelom pada akhirnya kalian pacaran, cinta yang udah kalian pupuk layu ditengah jalan.
Tambahan buat yang LDR, ga heran kalau salah satu kerenggangan hubungan kalian karena kurangnya komunikasi dan pasti... PASTI! ada sedikit rasa ketidakpercayaan. Sedikit aja. Kekhawatiran dan ketidakpercayaan.
Itu normal kok. Selama masih di batas wajar.
Disaat LDR, chat lah yang paling ditunggu.
Doi bales chat lama, dikira ga perhatian atau udah berubah.. Or even worse, selingkuh.
Bah.. Let me tell you.
Kalo memang kalian merasa ga nyaman dengan doi yang suka lama bales atau bahkan ga ada kabar.
Bilang! Kunci sebuah hubungan selain cinta adalah KOMUNIKASI!
Bilang ke dia kalo kamu butuh dikasih kabar supaya kamu ga khawatir.
Bilang ke dai kalo kamu kangen supaya dia luwangin sedikit waktu untuk kamu.
Bilang ke dia kalo kamu takut kehilangan dia. Kalo kamu takut dia selingkuh.
Bilang ke dia kalo kamu stay ditempat kamu nunggu dia datang ke kamu meskipun kamu ga tau kapan.
Bilang ke dia kalo kamu cinta sama dia.
Simple as that kok. Of course.... Kamu harus tau batasnya.
Komitmen di awal dan seterusnya harus dipegang.
Takut dia selingkuh, pergi dan bahkan jadinya putus adalah hal yang wajar.
Tapi tetep.... Inget batas!
Kalau memang dia ditakdirkan untuk kamu, maka terjadilah.
Benang merah itu akan selalu ada meskipun kalian beda jarak, terutama yang single dan gebetannya nun jauh disana.
So, ini aja yang aku bahas disini.
Terus ingat, bahwa Cinta itu ga bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan komitmen dan komunikasi untuk menguatkan si Cinta.
Dan my wish untuk semua yang baca ini, semoga Cinta yang kalian tanam akan tumbuh besar, berbunga, dan akhirnya berbuah lebat. Got it?
"Trust, communication, commitment, and........ LOVE itself"
Subscribe to:
Posts (Atom)