Tuesday, 28 June 2016

My Last Journal

Hai readers ~ (Kalimat basi yang selalu aku ucapin di awal kalimat)
Yep, i know, udah lama banget aku ga nulis blog ini. (kayak kesannya banyak yang ngeread aja)

But, yaaaa, intinya i'm back dengan beberapa journal terakhir yang akan aku share di blog ini.
Last journal? Hu uh.. Ini akan menjadi the last tulisan aku di blog ini.
Ga ada alasan penting sih why nya. Maybe one day, aku akan kembali dengan sebuah blog yang berbeda dan kisah yang berbeda.
So... This is my last journey... (mohon di notes bahwa blog ini akan sangat panjang)

Bulan2 belakangan ini, ada masalah baru yang datang dan cukup jadi sebuah perdebatan didalam diri sendiri.
And the problem is : The Future
Aku ngerasain yang namanya salah langkah dalam menentukan masa depan aku.
Mulai dari sesudah SMA masuk ke kuliah dan akhirnya SALAH JURUSAN, pending 2 tahun dan mempersiapkan masuk ke jurusan lain tapi kehambat dan akhirnya ga jadi.
Dan pada akhirnya, jadi pasrah, ngebego, ga inget lgi tujuan dan mimpi di masa depan apa.
Semoga ini bisa menjadi satu pembelajaran bagi kalian yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia perkuliahan.

Ada salah satu faktor, yang jarang orang bisa sadar bahwa itu jadi faktor penyebab salah jurusan.
Aku, yang eman demen segala hal. Pengen tau ini dan itu. Kepoh.
Atau bisa disebut cerdas, weit, bukan membanggakan diri ya. Let me finish this statement.
Tipikal orang seperti aku itu..... BOSENAN.
Demen segala hal, kalo udah tau : oh ternyata begini... Abis itu bosen dan ga niat apalagi kalo udah masuk hal baru yang dipelajari.
Bubar jalan.

Secara penilitian juga ada kok, bahwa orang cerdas atau IQ yang cukup tinggi, salah satu sifatnya : Bosen
Seriously, jangan anggap ini masalah sepele karena ini udah terbukti jadi hal yang bikin salah jurusan.
Cuman suka diawal kemudian di tengah2 jenuh.
Begitu aku tes minat bakat ulang, tiba2 semua minat bakat aku udah jauh melenceng apa yang aku ambil saat kuliah.
Anak seni art, nyasar ke jurusan IT hanya karena : Bahasa pemograman keren
Dan akhirnya nyerah tengah jalan.

Apa yang aku sebutkan diatas belom tentu benar, tapi bukan berarti bisa diabaikan.
Karena segala kemungkinan terjadinya salah jurusan atau gagal dalam perkuliahan bisa dikarenakan faktor yang disepelakan itu.

Well, beginilah struggle nya aku ngehadapin apa yang udah terjadi. 
Dan pelan2 aku menata lagi dan ngeremind lagi apa yang jadi mimpi dan goal dalam hidup aku.
Dan juga aku akui, apa yang jadi tujuan dan goal aku itu udah ga make sense.
Jarang orang bisa mengerti apa yang aku mau.
Totally kudu modal nekat untuk menjalankannya.
Dan disinilah comfort zone aku di uji.
Dengan ga ngapa2in saat ini, stay aja nge bego bermimpi akan masa depan, enak loh.
Dibandingkan dengan modal nekat itu aku terus maju, belom ditambah ocehan dari orang tua dan sindiran2 yang bikin sakit kuping. Yang ini mah ga enak.
ya well, waktu terus jalan. Dan aku ga bisa untuk ga mikirin hal ini.
Please take my advice, "Be brave and be yourself"
Just that. Sisanya, keluar lah dari comfort zone yang makan waktu kalian untuk hal yang useless. 
Aku sendiri juga susah nerapin itu dalam mindset aku, but, i try and try. 

Hidup itu.... 
Isi sendiri. Aku mikirin kata yang tepat ga ada yang keluar. 

Ah... Karena disini aku suka ngegalau soal cinta2an.
Well, di blog ini aku cuma bisa bilang, kalau aku seneng bisa ketemu seseorang yang.... berasa bikin aku deket kayak sahabat.
No need kode2an lagi. No need malu2.
Dan yang tepat untuk describe dia....
"He won't be here when i WANT him.
But he will always be here when i NEED him."
Harusnya sih, aku udah ga usah galau2 ga jelas.
Tapi, for some moment, namanya juga cewe, kadang2 baper ga jelas dan jadinya ngeribetin perasaan sendiri.
Hahaha. 

Jodoh itu di tangan kita sendiri. Sisanya Tuhan yang merestui atau tidaknya kalau memang dia yang terbaik untuk kita dan kalau memang kita MAU dia hadir dalam hidup kita.
Sesimpel itu.
Karena itu, kalau tiba saatnya, pasti akan ada yang bisa dan mau diajak untuk saling membangun satu sama lain. 
Kalo prinsipnya Chelsea sama Glenn, cinta itu soal memberi dan memberi. Bukan memberi dan meminta.
Gitu deh ~ 

Kalau memang pada akhirnya aku bersama dengan "dia", i really want to share our journey to the entire world. :3
Karena memang pada dasarnya, kisah pertemuan kami itu unik dan ga mudah. 
Penuh perjalanan naik turun belok kiri belok kanan. Hihihi. 
So..... Tunggu waktunya aja.

Di akhir kata dan di akhir blog ini.
Percayalah bahwa waktu berjalan terus dan kita sebagai manusia pasti bertumbuh.
There's a chance and hope if we believe.
Believe to yourself, you'll get them in your life.

Thursday, 25 February 2016

Key of a Relationship

Hai hai hai Readers. Kembali lagi di blog the funny world!
Now, I wanna share something about the relationship.

Blog ini sebenernya udah ga akan di pakai buat cerita galau.
Tapi..... Lebih tepatnya di pakai untuk ke arah share aja kali ya? Hahahaha
Lagi kepengen ngeshare aja apa yang baru aku alamin sih.

On my last blog, I've told you how important a communication in a relationship.
And now, aku akan menjelaskan pentingnya "Understanding" dalam sebuah hubungan.

Mengerti satu sama lain..... Hmmm? Really?
Yup, aku juga baru sadar yesterday.
Anw, notes ya, ini blog akan lebih mengarah ke couple dan jomblo yang sedang mencoba membangun sebuah hubungan dengan gebetannya. Huehehehe

Now, i ask you. Pernah ga ngerasa kalo dia... atau bahkan kalian merasa bahwa kok dia ga pernah ngerti apa mau aku sih?
At some moment, pasti akan ada rasa seperti itu. Seakan-akan, kalian udah paling ngertiin doi tapi sesungguhnya, kalian hanya "berpura-pura" untuk mengerti doi.
Dan akhirnya masalah demi masalah muncul hanya karena kesalahpahaman dan keegoisan dari masing-masing pihak.
Yang satu teriak "Aku selalu ngertiin kamu tapi kamu ga pernah ngertiin aku" sementara yang ditunjuk juga teriak "Terus aja kamu bilang aku ga ngertiin kamu, siapa sih disini yang ga bisa ngertiin orang lain?"
For finally, kalian memutuskan untuk memutuskan hub kalian and it's over.

Aku mau share aja sedikit, bahwa aku pernah mengalami hal itu.
Aku ngerasa, kok aku terus yang berusaha bikin hub kami biar ga rusak sedangkan dia nya malah... Yaa.. Masa bodo amat....
Aku selalu ngimbangin apa mau nya dia. Dia butuh me time, aku ga ganggu.
Dia sakit, aku care. Dia butuh aku, aku selalu mencoba selalu ada buat dia.
Dan pada akhirnya, aku cape. Aku ngerasa, aku slalu ada buat dia tapi apa dia ada buat aku?
Apa dia ngertiin bahwa aku pengen dia ada disamping aku saat ini.
Apa dia ngerti bahwa aku khawatir sama dia even dia juga ga knp2 disana?
Dan saat itu juga, aku mau pergi. Aku gamau berurusan lagi sama dia.
Saking aku ngerasa capenya. Sungguh. Aku sempat berpikir seperti itu.

But kalian tau?
Disaat aku teriak bahwa dia ga ngerti mau aku, saat aku teriak aku cape.
Dia dateng dan ngeluangin waktu buat aku. Dia dateng untuk ngeredain kekesalan aku.
Meskipun dia dateng hanya dalam bentuk tulisan, tapi itu cukup ampuh.
Dia mengerti bahwa aku marah, aku kesel, aku cape.
Dan disitu dia bikin aku curahin semuanya ke dia sampai akhirnya aku sadar dengan sendirinya.
Bukan ini yang dia mau. Dia mau aku stay di samping dia. Dia mau aku bersabar demi kedepannya hub kami lebih baik lagi.
Dia memang ga menunjukkan segala gamblang, tapi, dari setiap kata yang diucapkan, dia sudah bisa membuat aku sadar bahwa aku cukup egois.
Dia sangat mengerti segalanya ttg aku, tapi kenapa aku ga bisa ngerti bahwa memang dia berbeda?
Padahal aku sudah mengenal dia, tapi kenapa aku ga bisa mengerti dia?

See? Dalam hubungan kalian juga, apa kalian harus berantem dulu karena keegoisan kalian supaya kalian tau siapa yg salah dan akhirnya... iya kalo kalian open minded. Kalo ga, bisa cakar-cakaran dulu kali, baru balikan. Itupun kalo optimis bisa bersatu.
Kalo kalian masih ga bsa saling mengerti satu sama lain, to be honest, pdkt kalian kurang kali ya?
Kalian masih belom saling mengenal satu sama lain.
Kalian hanya "mengira" bahwa kalian sudah cukup mengenal satu sama lain.
Padahal sesungguhnya kalian jauh dari kata mengenal.

Mencoba mengerti, tapi kalian sendiri gatau definisi dari kata "mengerti".
Turunkan ego kalian. Jernihkan pikiran kalian.
Semua hal negatif itu menjadi penyakit yang mengakar dalam diri kalian dan akhirnya semua virus-virus itu memakan hubungan kalian sampai ga ada lagi yang namanya hubungan didalam hidup kalian.

Mulai sekarang, demi masa depan hubungan kalian juga, belajarlah mengerti satu sama lain.
Kalo kalian merasa cape, jauhkan dulu diri kalian sama doi dan ambil waktu berpikir, apa iya dia ga mengerti kamu?
Try to understand each other.

Tuesday, 16 February 2016

Fix and Keep

"Semua karena cinta, semua karena cinta
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar 
Terima kasih cinta"

Happy val's day, Readers. As usual, telat ngucapin. Hahahaha.
Karena berhubungan baru aja valentine, udah tau dong kira-kira bahas apa ~

Lately, aku mulai berpikir, bagaimana mempertahankan sebuah hubungan yang udah mulai agak renggang.
Entah karena memang lagi bosen, masalah, waktu, keluarga atau bahkan yang LDR.
Keraguan demi keraguan pun muncul, ga terkecuali yang lagi PDKT.
Dari yang diawal-awal udah deket sama doi, udah menjurus ke arah pacaran, eh... di tengah-tengah malah berasa "Bener dia ga sih yang aku pilih" atau "aku ga yakin aku cocok buat dia".

PLAK! Wake up right now!
Read this blog till finish.
Aku coba memberikan saran dan solusi based on my observation (dan dari pengalaman juga).
Dan ini bukan hanya untuk para couples diluaran sana, tapi juga buat single yang lagi anget-angetnya sama doi.

First, Find the root.
Yup, akarnya. Akar masalah yang bikin hubungan kalian renggang.
Dimulai dari diri sendiri dulu. Berasa ga nyaman nya dimana sih?
Keluarga terlalu ngelarang? Waktu buat ketemuan ga ada karena sama2 sibuk? LDR-an kejauhan? Yang satu matahari masih terbit yang satu lagi matahari udah terbenam?
Cari! Sampai ketemu! Dengan notes : kalau emang kalian masih mau mempertahankan hubungan kalian

Second, Take a conversation.
Mulailah membahas masalah nya pada doi. Omongin bersama2. Coba saling terbuka satu sama lain.
Bahaslah dengan style ngobrol kalian.
Kalo emang biasa ngobrolnya enjoy sambil makan pizza, ya, belilah pizza dan ajak ngobrol dia.
Jangan biasanya ngobrol sambil makan pizza malah dibawain lontong sayur. Ya jelas ga cocoklah. (oke ini garing)

Third, Agreed.
Jangan sudahi pembahasan sebelum mencapai kata sepakat. Ga ada kata sepakat, masalah nya akan tetep lanjut.
Orang tua kamu ga setuju? Ajak dia kerumah kamu, ketemu ortumu buat jadi ajang pengenalan lebih dekat.
Atau kalian mencapai kata sepakat kawin lari? ya monggo...
Si doi udah agak berubah atau kalian sendiri mulai agak berubah? Bilang lah mau kalian spt apa dan mau doi spt apa. Bikinlah perjanjian dari masing-masing pihak untuk menghargai perubahannya doi. Of course yg ke arah positif.
Kalo yang pacaran, kalian menuju ke kata "break up", kalian yakin? Masing-masing pihak udah mencapai kata sepakat belom? Jangan sampai menyakiti masing-masing pihak.

Fourth, The power of love.
Kalian harus percaya akan kekuatan cinta. Mau serenggang apapun hubungan kalian, yang namanya masih cinta, ya kalian bisa nemuin jalan untuk merapatkan hubungan yang udah ada.
Hubungan tanpa adanya cinta, ya bukan hubungan. Ga heran kalo hubungan kalian renggang.
Dan untuk para single, kalo memang cinta dan merasa hubungan kalian tadinya bisa disatukan tapi saat ini merenggang, coba lah dari step pertama yang ada diatas.
Ga usah ragu atau takut untuk membahas masalah intense begitu.
Justru kalian harus mencoba dari awal sebelom pada akhirnya kalian pacaran, cinta yang udah kalian pupuk layu ditengah jalan.

Tambahan buat yang LDR, ga heran kalau salah satu kerenggangan hubungan kalian karena kurangnya komunikasi dan pasti... PASTI! ada sedikit rasa ketidakpercayaan. Sedikit aja. Kekhawatiran dan ketidakpercayaan.
Itu normal kok. Selama masih di batas wajar.
Disaat LDR, chat lah yang paling ditunggu.
Doi bales chat lama, dikira ga perhatian atau udah berubah.. Or even worse, selingkuh.
Bah.. Let me tell you.
Kalo memang kalian merasa ga nyaman dengan doi yang suka lama bales atau bahkan ga ada kabar.
Bilang! Kunci sebuah hubungan selain cinta adalah KOMUNIKASI!
Bilang ke dia kalo kamu butuh dikasih kabar supaya kamu ga khawatir.
Bilang ke dai kalo kamu kangen supaya dia luwangin sedikit waktu untuk kamu.
Bilang ke dia kalo kamu takut kehilangan dia. Kalo kamu takut dia selingkuh.
Bilang ke dia kalo kamu stay ditempat kamu nunggu dia datang ke kamu meskipun kamu ga tau kapan.
Bilang ke dia kalo kamu cinta sama dia.
Simple as that kok. Of course.... Kamu harus tau batasnya.
Komitmen di awal dan seterusnya harus dipegang.
Takut dia selingkuh, pergi dan bahkan jadinya putus adalah hal yang wajar.
Tapi tetep.... Inget batas!
Kalau memang dia ditakdirkan untuk kamu, maka terjadilah.
Benang merah itu akan selalu ada meskipun kalian beda jarak, terutama yang single dan gebetannya nun jauh disana.

So, ini aja yang aku bahas disini.
Terus ingat, bahwa Cinta itu ga bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan komitmen dan komunikasi untuk menguatkan si Cinta.
Dan my wish untuk semua yang baca ini, semoga Cinta yang kalian tanam akan tumbuh besar, berbunga, dan akhirnya berbuah lebat. Got it?

"Trust, communication, commitment, and........ LOVE itself"

Friday, 15 January 2016

About Me

Happy New Year All! (telat 15 hari)
Biarkanlah, this is my blog, so i can do anything and no one can stop me.
BUAHAHAHAHAHA!

*enough* 
Well, Dari judulnya, keliatannya ga usah dijelaskan lagi lah ya.
Jadi, langsung aja ke main pointnya.

So, sebelum aku bikin blog ini, aku lagi scroll down blog aku yg sebelomnya karena aku mau nyari judul yang pas, But hell yeah, aku sambil iseng baca blog aku dari awal and it's kinda......
I want to make a new blog and destroy this blog... just from 2014...
Why? Err, hard for me to tell but... Galau aku tingkat akut banget pas dijaman itu. 
Dan cara aku cerita di blog was very gross... ==" 
But, from this blog, aku belajar bukan? Untuk menjadi baik dan lebih baik lagi.

Nah, karena ini ga jauh-jauh dari new year, pasti semua bertanya ttg resolusi apa ya ditahun ini.
For me? I have no resolution. 
Gara2 seseorang yang blg "Resolusi itu cuma bertahan 3 hari, jadi males buat" 
Dan aku kemakan itu omongan (bener juga sih)
Dari tahun ke tahun, aku selalu bikin resolusi KURUS! Hasilnya? Timbangan naik turun. Poor me..
Tapi, dari resolusi tahun ke tahun, ada sih yang berhasil, but, from now on, itu udh bukan sebuah resolusi, tapi itu sebuah ketekatan hati yang udah terproses dalam mindset kita. Dan memang seharusnya kita seperti itu.
Bukan berarti aku ga punya resolusi aku bakal jalanin tahun ini dg flat. Thats a big wrong!
Aku tetep punya goal kok ditahun ini. Dannnnn... *it's a secret*
Cukup untuk resolusinya skrg kita pindah topik.

Buat semua org yg ingin mengenal siapa aku dan pengen tau lebih ttg aku, here we goes.
Actually, aku seorang introvert yang mencoba menjadi seorang extrovert.
Bisa dikategorikan aku AMBIVERT.
Tapi tetep aja, introvert aku skrg sangat2 menonjol.
Aku sensitif, takutan, ga PEDE, dan pesimisan.
Pas aku sering chat-an sama seseorang setiap hari dan tiba2 dia ngilang gtu aja, aku bisa panik dan khawatir setengah mati karena takut dia kenapa2.
Who knows maybe dia kecelakaan *amit-amit* atau kenapa gitu. 
Yup, aku tipe orang seperti itu.

Banyak orang yang ngeliat aku itu pecicilan, suara toa, kepoh, bisanya ngomong doang, do nothing, egois, sombong, dan bla bla bla sebagainya.
Aku ga mau klarifikasi sifat aku yg spt itu.Why? 
Come on, kita sama-sama tau bahwa stp org akan mencari sisi terjelek dari kita.
Tapi 1 hal yang akan aku klarifikasi adalah sifat aku yang keras kepala.
Setiap orang cape dg sifat aku yang keras kepala, diomongin A, B dan C ga mau terima. 
Jadi... maunya apa dong?

I had my own reason.
Bukan tidak mau mendengarkan...  tapi saat org bilangin aku A, B dan C, Aku butuh bukti kuat kenapa aku harus say "Yes" dengan perkataan mereka.
Dan sorry to say, mayoritas apa yang orang lain blg ke aku itu NON SENSE!
I can tell that because what they talked about cuma ngeliat dari sisi negatif aku.
Dan karena aku susah dibilangin kayak gitu (menurut org sih), jadinya banyak yg ngecap aku "Cuma mau dengerin orang yang sepemikiran dan dengerin orang yang bisa approve omongan aku"
Yah, thats what people talked about me.
So, ga heran kalo banyak yang ngejauhin aku karena hal ini.
Oops. I never told about this? My bad. 
Yup, Aku emang keliatannya mencoba enjoy dikerumunan orang seperti itu, but i knew exactly what kind of people yang ada di sekeliling aku.

Aku itu sangat gampang dibilangin sebenernya, of course, kalo ada bukti kuat.
Aku orangnya cepet sadar kalo apa yang aku lakuin itu salah.
But yeah. People always remember about negative things and never remember about the positive one.

Well, ini cuma sebagian dari diri aku yang bisa aku ceritain, next time aku akan bahas about me lebih lagi.
Kalo dijadiin 1 blog kepanjangan. Hahaha.
Sekian dan terima kasihhhh #loh